Sisi lain, setiap manusia memiliki sisi negatif dan positif.. sisi yang
berbeda dengan sisi yang saat ini ada pada dirinya akan muncul suatu
saat nanti. Tetapi hanya orang-orang tertentu yang memiliki sisi yang
mengagumkan itu. Dahulu kala, lahirlah seorang anak yang diberi
kelebihan sisi dalam diri nya yang akan muncul suatu saat nanti.
Cirebon, 25 Mei 1973 lahir seorang anak bernama Ahmad Dirgantara atau
yang biasa disebut Dirga. Kisah ini dimulai saat Dirga menginjak umur 9
tahun, umur dimana dia mulai bermain dengan lingkungan sekitarnya. Dia mulai
mengenal teman-teman nya yang akrab dengannya, Giri, Tora, Syarif, dan
Hanif mereka adalah teman-teman nya saat ia berumur 9 tahun. Dirga dan
ke 4 teman nya selalu bermain bersama, mereka bahkan belajar di sekolah
yang sama SDN 4 Cirebon.
Suatu hari Dirga dan ke 4 temannya
sedang bermain petak umpet di sebuah tempat yang akrab disebut Rumah
kosong, Dirga yang jaga pada saat itu. “
...7 8 9 10 “ hitung Dirga
sambil membuka mata lalu mencari teman-teman nya yang sedang
bersembunya. “
Tora ! kena !” Dirga menemukan Tora , ia pun berlanjut
mencari yang lain “
Hanif ! kena ! “ Dirga menemukan Hanif, “
Syarif !
kena!” karena Syarif bersembunyi di dekat Hanif maka Dirga dengan cepat
menemukan nya.
Tik tuk tik tuk, 1 jam telah berlalu Dirga masih belum
menemukan Giri. Ketiga teman-nya pun tidak ada yang tahu dimana Giri
bersembunyi,
“
dia itu bodoh! Kalau sampai dia hilang, kita yang repot !”
celoteh Dirga.
“
mau bagaimana lagi? Kita disini udah lama
nunggu, tapi dia belum muncul juga. Ngga biasanya Giri betah bersembunyi
selama berjam-jam “ jelas Tora.
“
lagian kita ini masih muda, Giri
udah ngajak kita main di tempat kaya gini. Bukan kah seharusnya Giri
lebih tahu tempat ini? Lantas kenapa dia nggak muncul-muncul? “ Hanif
menggerutu,
“
bagaimana kalo kita mencarinya bersama-sama? Tempat ini
sepi, ini udah jam 4 sore kita ngga bisa terus diem nunggu Giri.” Jelas
Dirga dan mereka pun setuju.
Syarif berbisik pada Tora “
Dirga
itu aneh ya, dia seperti tahu segala nya.”
Tora membalas “
dia memang
seperti itu, kita beruntung punya sahabat kaya dia.”
mereka berusaha
mencari keberadaan Giri yang menghilang begitu saja, sampailah mereka
pada suatu pintu yang mengundang kecurigaan mereka. Pintu itu
bertuliskan “
Kau Akan Mati !” ,
mereka kebingungan karena tidak tahu apa
maksud dari tulisan itu. tiba-tiba Dirga merasakan firasat buruk
“
Arrgghh, Giri ! teman-teman kita harus mendobrak pintu ini ! pintunya
terkunci ! Giri ada didalam !” tegas Dirga . mereka pun berusaha
mendobrak pintu itu, namun karena usia mereka yang masih 9 tahun dan
tubuh mereka yang masih lemah mereka tidak dapat mendobrak pintu itu.
“
ah sial ! berfikir..berfikir..berfikir..
yeah ! aku punya ide, disela2 pintu ada sebuah kotak yang membuat pintu
itu terkunci. Itu artinya mereka memakai kunci kusen pintu bukan kunci
buatan, dari lobang kusen aku tidak bisa melihat ruangan didalam, itu
artinya kunci nya masih menempel di kusen pintu. Tora ! kau bawa pensil
kan? Berikan padaku aku akan mendorong kunci itu jatuh, Syarif ! kamu
bawa kertas kan? Buka lipatannya lalu masukan ke sela2 dibawah pintu,
sela2 dibawah pintu cukup besar jadi aku akan mendorong kunci itu jatuh
dan berada dibawah kertas, lalu aku akan menarik kertas itu secepatnya
maka kita dapat kunci nya.” Jelas Dirga panjang lebar
“kau
cerdas Dirga ! itu ide yang luar biasa !” puji Hanif , mereka pun segera
mendapatkan kunci itu lalu membuka pintunya. Namun, mereka mendapati
Giri sudah tidak bernyawa lagi. Tubuh Giri penuh luka, mulutnya sobek,
di dada nya terdapat bekas bacokan, kaki kanan nya potong, jari-jari
tangan kiri nya potong semua, mereka semua menangis menyesal kecuali
Dirga.
“sial ! kita telat !” Hanif menggerutu.
“jangan berisik ! disini
masih ada orang yang membunuh Giri !” tegas Dirga sambil mengamati
ruangan sekitar . tiba-tiba “bsett!” sekilas bayangan besar melintasi
mereka, mereka pun mulai ketakutan dan “cepat keluar dari ruangan ini !
mereka bukan manusia !” perintah Dirga. Mereka pun segera keluar dan
menutup pintu nya dengan kencang, mereka berlari keluar rumah kosong
itu.
“huh..huh.. bisa-bisa nya kalian menangis di ruangan
berbahaya itu. Asal kalian tahu, aku juga baru menyadari nya itu adalah
Ruangan terlarang yang pernah diceritakan masyarakat sekitar, disana
aku melihat monster berkepala botak, telinga nya panjang, gigi nya
bertaring, matanya merah, kulit nya berwarna biru, dia seperti pemangsa
manusia, Untung saja kalian langsung lari.” Jelas Dirga kepada
teman-temannya,.
“jadi Giri
adalah korban dari monster itu ya? Dia itu memang tidak bisa diharapkan “
ucap Syarif.
“
lebih baik sekarang kita beritahu kepada warga tentang
masalah ini, kita tidak bisa mengatasi nya sendiri.” Kata Dirga, mereka
pun pergi ke rumah pak RT untuk memberitahukan masalah ini kepada warga
sekitar. Pukul 5 sore mereka pulang ke rumah nya masing-masing.
Malam itu langsung diadakan pencarian mayat Giri, tapi Dirga tidak
ikut. Saat sedang tiduran dikamar memikirkan masalah nya, tiba2 dia
melihat arwah Giri melayang dan melambaikan tangan kepada Dirga sambil
tersenyum. Dirga pun berkata “
semoga kau tenang dialam sana sahabat ku.”
Dirga pun tertidur pulas, pukul 00.02 Dirga bangun dari tidur nya
mendapati seseorang yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya,
siapakah dia?? Apakah ini ada hubungannya dengan Giri atau
teman-temannya?
?
*Bersambung*
Tags: Cerbung, Cerita Bersambung, Cerita tentang persahabatan, Cerita tentang Pertemanan, Cerita tentang kehidupan, Cerita tentang orang jenius, Cerita Dramatis